SEMINAR PENDALAMAN EYD: MENGURAI PENTINGNYA EJAAN BAGI MAHASISWA PBSI
Program Studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) sukses menggelar seminar bertajuk
“Pendalaman Ejaan Bahasa Indonesia” pada Kamis, 15 Mei 2025 Pukul 14.00 WIB,
bertempat di T8.02.07 Fakultas Bahasa dan Seni. Kegiatan ini diikuti oleh
mahasiswa PBSI dengan antusiasme yang tinggi.
Seminar ini
diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa
terhadap kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD), khususnya
dalam praktik kepenulisan akademik dan keseharian. Penggunaan ejaan yang benar kerap
dianggap sepele, bahkan oleh kalangan mahasiswa sekalipun. Padahal penguasaan
ejaan merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga mutu bahasa dan
komunikasi yang efektif.
Kegiatan diawali dengan mengerjakan
pretest kepada para peserta untuk mengukur pemahaman awal mereka terkait
kaidah ejaan. Setelah itu, pemateri utama Dr. Abdul Kholiq, M.Pd., menyampaikan
materi mengenai pentingnya penggunaan ejaan yang tepat dan bagaimana kesalahan
kecil dalam penulisan dapat memengaruhi makna serta kredibilitas suatu tulisan.
Dalam sesi tersebut,
peserta diajak menelaah berbagai contoh kesalahan ejaan yang kerap muncul dalam
tulisan ilmiah maupun non-ilmiah. Seperti halnya cara mengutip bahasa asing,
penulisan angka dalam sebuah kalimat, penggunaan huruf, penulisan kata,
penggunaan tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Pemateri juga mengajak
mahasiswa untuk mengakses dan memanfaatkan laman resmi ejaan.kemdikbud.go.id
sebagai acuan utama dalam pengecekan dan pembelajaran ejaan Bahasa Indonesia yang benar.
Setelah pemaparan materi
dan sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan posttest yang bertujuan
untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta setelah mendapatkan
pembelajaran. Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan
dalam kemampuan mahasiswa membedakan dan memperbaiki kesalahan ejaan.
Melalui seminar “Pendalaman Ejaan Bahasa Indonesia” ini, mahasiswa PBSI tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori mengenai EYD, tetapi juga dibekali dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam dunia akademik dan keseharian. Semangat peserta serta peningkatan hasil posttest menjadi penanda bahwa kegiatan semacam ini sangat bermanfaat. Harapannya, seminar ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya berbahasa yang lebih baik dan konsisten di lingkungan kampus, serta menjadi program berkelanjutan yang terus mendorong kesadaran linguistik di kalangan mahasiswa