Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kembali menghadirkan inovasi kreatif melalui kehadiran Mading PBSI.
Mading PBSI
merupakan salah satu program kerja unggulan PENA (Pers Narasi Mahasiswa).
Mading ini tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi
wadah aspirasi serta sudut baca bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia (PBSI) dan sivitas akademika di lingkungan Fakultas Bahasa
dan Sastra (FBS).
Mading PBSI
dirancang sebagai ruang ekspresi mahasiswa yang memuat beragam konten edukatif
dan inspiratif. Konten yang disajikan meliputi tips dan trik perkuliahan,
informasi seputar kesehatan mental, hingga karya mahasiswa seperti puisi,
cerpen, opini, serta tulisan kreatif lainnya. Melalui variasi konten tersebut,
Mading PBSI diharapkan mampu menjadi media literasi yang dekat dengan kebutuhan
dan minat mahasiswa.
Keunikan Mading
PBSI terletak pada sistem pembaruan kontennya yang dilakukan setiap satu bulan
sekali. Pergantian konten secara berkala ini bertujuan agar informasi yang
disajikan tetap segar, relevan, dan menarik untuk dibaca. Selain itu, pembaruan
rutin juga memberikan kesempatan kepada lebih banyak mahasiswa untuk
berpartisipasi dan menyalurkan gagasan melalui media mading.
Ketua Pelaksana
PENA, Putri Indah Wati, menjelaskan bahwa Mading PBSI lahir dari kepedulian
terhadap pentingnya ruang literasi dan aspirasi di lingkungan kampus.
Menurutnya, mahasiswa membutuhkan media yang tidak hanya informatif, tetapi
juga mampu menjadi sarana refleksi, kreativitas, serta perhatian terhadap
kesehatan mental.
“Mading ini kami
hadirkan sebagai ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi,
menyalurkan karya, sekaligus menemukan bacaan ringan yang bermanfaat.
Harapannya, mading ini dapat menjadi tempat bertumbuh bersama bagi mahasiswa
PBSI dan FBS,” ujar Putri.
Lebih lanjut, Putri
menambahkan bahwa Mading PBSI juga menjadi wujud nyata peran pers mahasiswa
dalam mendukung budaya literasi di kampus. Melalui PENA, mahasiswa tidak hanya
dilatih untuk menulis dan menyusun informasi, tetapi juga diajak untuk peka terhadap
isu-isu akademik, sosial, dan kesehatan mental yang relevan dengan kehidupan
mahasiswa.
Kehadiran Mading
PBSI mendapat respons positif dari mahasiswa. Banyak mahasiswa menilai mading
ini sebagai media yang informatif sekaligus inspiratif karena menyajikan konten
yang dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa. Selain itu, Mading PBSI juga mendorong
mahasiswa untuk lebih aktif membaca, menulis, serta berpartisipasi dalam
kegiatan literasi kampus.
Dengan adanya
Mading PBSI, PENA berharap dapat terus menghadirkan program-program yang
berdampak positif dan berkelanjutan. Mading ini tidak hanya berfungsi sebagai
papan informasi, tetapi juga menjadi simbol semangat kolaborasi, kreativitas,
dan kepedulian mahasiswa terhadap dunia literasi di lingkungan Fakultas Bahasa
dan Sastra.