Bincang Sastra 2025: Sastra sebagai Cermin Kekuasaan di Masa Orde Baru
Program Studi Sastra Indonesia dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan Bincang Sastra 2025 dengan tema “Sastra Sebagai Cermin Kekuasaan: Kritik Sosial di Masa Orde Baru". Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik yang membahas peran sastra sebagai media kritik sosial terhadap kekuasaan pada masa Orde Baru.
Kegiatan Bincang Sastra 2025 dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Ruang Kelas T4.03.05, Fakultas Bahasa dan Seni, dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Acara ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta mahasiswa selingkung Fakultas Bahasa dan Seni.
Acara ini menghadirkan Ibu Ririe Rengganis sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga menjadi cermin realitas sosial dan sarana kritik terhadap praktik kekuasaan, khususnya pada masa Orde Baru. Sesi diskusi berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta.
Melalui kegiatan Bincang Sastra 2025, peserta diajak untuk memahami karya sastra secara lebih kritis serta melihat keterkaitan antara sastra, kekuasaan, dan kondisi sosial masyarakat. kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa serta menginspirasi mereka menjadi pembaca dan pencipta karya sastra yang kreatif, kritis, dan peka terhadap realitas sosial.
Penyelenggara
mengucapkan terima kasih kepada narasumber, seluruh panitia, dan peserta yang
telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga kegiatan Bincang
Sastra dapat menjadi wadah diskusi yang inspiratif dan bermanfaat bagi
mahasiswa.