Seminar Galeri Kisah 2025: Dorong Mahasiswa Mengolah Rasa Menjadi Aksara
Surabaya — Himpunan Mahasiswa
Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABASTRA) Universitas Negeri Surabaya sukses
menyelenggarakan Seminar Galeri Kisah 2025 dengan tema “Dari Rasa Jadi Aksara:
Merangkai Kata, Memulai Cerita” pada Sabtu, 1 November 2025. Kegiatan ini
berlangsung di Auditorium Gedung T14 Lantai 4, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS),
Universitas Negeri Surabaya, dan diikuti oleh mahasiswa serta masyarakat umum
yang memiliki ketertarikan terhadap dunia literasi dan kepenulisan.
Seminar Galeri Kisah 2025
diselenggarakan sebagai wadah pembelajaran dan inspirasi bagi mahasiswa serta
masyarakat umum dalam mengembangkan kemampuan menulis. Kegiatan ini bertujuan
menumbuhkan kesadaran bahwa menulis tidak hanya berfokus pada aspek teknis,
tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menyalurkan perasaan, pengalaman, dan
pemikiran secara jujur serta bermakna.
Kegiatan seminar menghadirkan dua
narasumber inspiratif. Narasumber pertama, Resdianto Permata Raharjo,
Koordinator Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
menyampaikan materi berjudul “Menulis Sebagai Ruang Aman Antara Ekspresi dan
Sastra”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa menulis dapat menjadi media
aman bagi seseorang untuk mengekspresikan diri sekaligus membangun kesadaran
sastra melalui pengalaman personal.
Narasumber kedua, Lena Septi
Anggraeni atau yang dikenal dengan nama Coretan Lena, merupakan content creator
sekaligus penulis buku “Aku Kalah, Aku Merindukanmu”. Ia membawakan materi
berjudul “Menulis: Cara Paling Sunyi untuk Bertahan”. Melalui pengalaman
pribadinya, ia mengajak peserta untuk berani menuliskan rasa, luka, dan proses
bertahan sebagai bagian dari perjalanan kreatif dalam menulis.
Seminar ini dipandu oleh Amelia
Dian Pitaloka, Putri Unesa 2024, yang bertindak sebagai moderator. Diskusi
berlangsung interaktif dan mendorong peserta untuk aktif berpartisipasi melalui
sesi tanya jawab serta berbagi pandangan mengenai proses kepenulisan.
Selain sesi seminar, kegiatan
Galeri Kisah 2025 juga dimeriahkan dengan bazar buku yang menampilkan
karya-karya inspiratif dari Coretan Lena. Kehadiran bazar buku ini memberikan
kesempatan kepada peserta untuk menikmati pengalaman literasi yang lebih dekat
serta memperluas wawasan tentang dunia kepenulisan.
Panitia menyampaikan bahwa
Seminar Galeri Kisah 2025 diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa
dan generasi muda untuk berani menuangkan kisah dari hati ke dalam bentuk
tulisan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen HIMABASTRA dalam mendukung
pengembangan budaya literasi dan kreativitas di lingkungan kampus maupun
masyarakat luas.
Sebagai penutup, panitia
menyampaikan apresiasi kepada para narasumber atas ilmu dan inspirasi yang
dibagikan, kepada seluruh panitia atas dedikasi dan kerja keras selama
persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, serta kepada peserta yang telah
berpartisipasi aktif dan memberikan suasana positif sepanjang acara
berlangsung.
Melalui Seminar Galeri Kisah 2025, diharapkan lahir penulis-penulis muda yang berani menyuarakan kisah dari hati dan menghadirkan karya-karya yang mampu menginspirasi banyak orang.
Mari Berkarya, Mari Mendunia