PBSI 2024 Gelar Pementasan Drama Bertema Kemanusiaan dan Kritik Sosial
Program Studi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) sukses menyelenggarakan
pementasan drama pada 22—24 Desember 2025 bertempat di Gedung Graha Sawunggaling,
Unesa. Kegiatan ini sebagai penilaian akhir mata kuliah Apresiasi Drama yang mengintegrasikan
kajian naskah, penghayatan peran, serta penyampaian kritik sosial melalui seni
pertunjukan.
Sejumlah naskah
drama dipentaskan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kapai-Kapai, Menunggu
Godot, RT 0 RW 0, Tjokroaminoto, Mega-Mega, Saman, Arus Balik, Luka Menjadi
Alasan Mendua, Nyai Ontosoroh, Bumi Manusia, Olenka, Harimau! Harimau!, Sam:
Sudahkah Suaraku Didengar?, Bulan Bujur Sangkar, Hompimpa Para Kakek,
Perlombaan Menantang Langit, serta Kisah Perjuangan Suku Naga. Setiap
pertunjukan menghadirkan tema yang beragam, namun memiliki benang merah berupa
persoalan kemanusiaan, kekuasaan, ketidakadilan sosial, dan pergulatan batin
manusia.
Drama Menunggu
Godot menampilkan absurditas penantian manusia akan wujud harapan yang tak
kunjung datang, sementara RT 0 RW 0 dan Mega-Mega menyuarakan kritik tajam
terhadap ketimpangan sosial dan kemiskinan struktural. Tjokroaminoto, Nyai
Ontosoroh, Bumi Manusia, Saman, dan Arus
Balik mengangkat narasi sejarah serta perlawanan ideologis terhadap kekuasaan
yang menindas. Sementara itu, Kapai-Kapai dan Luka Menjadi Alasan Mendua
menghadirkan konflik psikologis yang menyoroti keresahan manusia dalam menentukan
pilihan hidup. Nuansa satir dan reflektif juga tampak dalam pementasan Hompimpa
Para Kakek yang mengemas tema usia, kematian, dan penyesalan dengan pendekatan
simbolik.
Melalui pementasan
drama PBSI 2024 ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan artistik,
tetapi juga menyampaikan refleksi kritis terhadap realitas sosial melalui
bahasa teater. Kegiatan ini sebagai bagian dari dokumentasi dan publikasi
kegiatan akademik.