Kisah Hidup Nenek Sunarti, Terus Berjuang Meski Ujian Terus Datang

Karya Mahasiswa
Kisah Hidup Nenek Sunarti, Terus Berjuang Meski
Ujian Terus Datang
Usaha
tidak mengkhianati hasil mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kegigihan dan usaha yang dilakukan oleh seorang nenek bernama Sunarti.
Nenek Sunarti lahir di sebuah
desa kecil bernama Dasok di Kabupaten Pamekasan. Di tengah kerasnya
kehidupan suasana Indonesia saat itu, nenek kelahiran 12 Desember 1960 ini memulai
kehidupannya dengan membantu
ayahnya brtani di sawah dan mencari kayu kering untuk memasak. Saat kecil nenek Sunarti ditinggal oleh ibunya, ia terpaksa
melanjutkan kehidupannya dengan
menggantikan peran ibu dalam keluarganya yaitu memasak, mencuci, dan
bertani tanpa ibunya.
Bangku
sekolah bahkan tidak pernah nenek Sunarti tempuh karena kerasnya kehidupan saat
itu. Demi memperbaiki ekonomi di keluarganya, nenek Sunarti bertani sejak kecil
untuk membantu meringankan beban kedua orang tuanya.
“Saat kecil, nenek
hanya bermain dan pergi bertani,
tidak pernah pergi sekolah,” begitu ucap nenek Sunarti dengan sedikit
sedih.
Kehidupan
terus berlanjut, nenek Sunarti dipertemukan oleh kakek As’ari. Pada tahun 1973
mereka menikah dan memulai lembaran hidup baru. Setelah menikah, nenek Sunarti
dan kakek As’ari memiliki 3 orang anak yang ia besarkan. “Cukup nenek saja yang tidak sekolah, kalau anak-
anak nenek harus sekolah dan menjadi seseorang yang sukses,” begitu ucapnya.
Dengan keterbatasan ekonomi saat itu, nenek dan kakek menghidupi keluarga
dengan berjualan tembakau. Selain berbisnis tembakau, nenek
Sunarti juga merintis
usaha petis hingga
banyak dikenal saat itu.
Saat tahun 2000 nenek Sunarti
dan kakek As’ari
juga mulai merintis
usaha jajanan kering
asin dan manis.
“Merintis
usaha itu sangat susah nak, awal-awal masih sepi pembeli dan hanya mengandalkan
promosi mulut ke mulut bahkan sampai mau
menyerah rasanya,” ucap
nenek Sunarti. Jatuh bangun
usaha
tersebut ia lakukan demi terus menghidupi ketiga anaknya. Pada tahun 2010 sang
pujaan hati pergi meninggalkannya untuk selamanya. Kakek As’ari berpulang dan
nenek Sunarti harus melanjutkan hidup tanpa orang yang ia sayangi.
Usaha
jajan tersebut perlahan mulai dikenal dengan peralatan seadanya yang masih
tradisional. “Kalau buat jajan ya masih pakai tangan
nak belum pakai mesin, kalau bungkus jajan juga masih
lilin nak,” ucap nenek. Usaha
yang semakin berkembang itu memberikan
hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
sehari-hari.
Tidak
berhenti disitu, ujian nenek Sunarti ternyata belum selesai. Pada tahun 2015
rumah nenek Sunarti dibobol orang, hampir semua harta berharga nenek
Sunarti habis tak tersisa. Kejadian itu membuat nenek
Sunarti sedih karena
sudah sejak lama ia mengumpulkan uang serta perhiasan
dan sekarang semua itu hilang tak tersisa. Nenek Sunarti hanya bisa
sedih dan meratapi nasib yang dialaminya. “Saya cuman diam dan duduk nak,
bingung dengan apa yang terjadi,” tuturnya.
Berlarut
dalam kesedihan tidak membuat kehidupan nenek Sunarti berubah, ia terus melanjutkan hidupnya.
Usaha yang ia rintis semakin berkembang, ia menambah karyawan untuk membantu
memproduksi jajan tersebut agar tidak kewalahan mengerjakannya sendiri.
Usia
nenek Sunarti kini sudah menginjak 64 tahun, usia yang sudah tidak cukup muda
itu tidak menyurutkan semangat nenek Sunarti
untuk mengembangkan usaha yang ia buat. Nenek Sunarti percaya dengan
niat, usaha, dan kemauan yang kuat ia akan selalu bisa melewati tantangan yang ada dalam kehidupannya.
Kini,
nenek Sunarti telah sukses
dalam merintis usaha jajan tersebut. Banyak alat
pembantu yang sudah berbahan mesin dan cukup efektif untuk digunakan untuk mempermudah proses
pembuatan
jajan
itu. Penjualan jajan nenek Sunarti kini sudah cukup dikenal dalam kabupaten
Pamekasan, dan sangat ramai pembeli saat mendekati lebaran.
Kisah nenek Sunarti adalah inspirasi bagi setiap orang yang membaca
cerita ini. Dalam keterbatasan ekonomi dan tantangan yang begitu banyak
dalam hidupnya, ia mampu menunjukkan bahwa kerja keras, konsisten, niat, dan usaha
pantang menyerah itu dapat merubah
keadaan. Nenek Sunarti
membuktikan bahwa setiap orang mampu merubah kondisi dalam hidupnya asal mau
berusaha bahkan usaha dari hal kecil sekalipun.
Penulis
Ainul Yaqin
Maulidi / 23020074103 / PBSI 2023 E