Sepekan di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Ngapain aja sih?

UNESA memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan
potensi diri dengan 9 (sembilan) pilihan BKP di antaranya, yakni magang,
asistensi mengajar, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, wirausaha, studi
independen, KKNT, bela negara, dan mengajar di satuan pendidikan (PLP). Sebagai
mahasiswa prodi pendidikan, Clara Naida Wardani memilih magang sebagai aktivas
pengganti perkulihannya di semester 5 (lima). Tentunya, magang tesebut
relevan prodi yang diambil olehnya. Clara ingin mengetahui lebih banyak sistem
kerja dalam dunia pendidikan sehingga ia memililih Dinas Pendidikan Kabupaten
Tulungagung sebagai lokasi magang. Meskipun secara tertulis ia adalah mahasiswa
prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia , bayak istilah asing yang baru ia
dengar setelah terjun ke dalam kantor dinas. Hal ini membuat keberaniaannya
tidak menciut dan justru semangat belajarnya makin membara. Dengan menjadi
bagian dari bidang PKKBP (Pembinaan Ketenagaan, Kurikulum, Kebahasaan, dan
Perizinan) selama sepekan ia telah mempelajari perizinan cuti ASN, perizinan
operasional/perpanjangan penyelenggaraan baik lembaga maupun non-lembaga,
kenaikan pangkat guru atau ASN, alur mengikuti PPG daljab, dan kebijakan
pengangkatan GTT maupun PTT sebagai ASN. Adapun 2 (dua) kegiatan dari bidang
PKKBP (Pembinaan Ketenagaan, Kurikulum, Kebahasaan, dan Perizinan) yang diikuti
oleh Clara, yaitu Pelepasan dan Penugasan Mahasiswa Kampus Mengajar Batch 8;
dan Sosialisasi Bimbingan Teknis: Sinkronisasi aplikasi PMM ke Apilikasi
E-Kinerja BKN. Pengalaman kerja yang dibagikan oleh beberapa senior di bidang
PKKBP (Pembinaan Ketenagaan, Kurikulum, Kebahasaan, dan Perizinan) banyak
membantu Clara untuk memahami sistem kerja secara teknis di bidang pendidikan.
Ada banyak perspektif baru yang terbuka karena buah pengalaman kerja dan
pengalaman hidup dari seniornya. Obrolan santai yang pernah dilakukan saat jam
istirahat bersama para senior juga memotivasi Clara untuk menjadi tenaga
pendidik yang baik kelak.