Peribahasa Indonesia dan Artinya
Berikut
ini disajikan berapa contoh peribahasa Indonesia yang diawali dengan huruf 'A' dan
artinya.
ü Acap melempar akan
jatuh jua (siapa yang berusaha pada akhirnya akan berhasil)
ü Ada asap ada api (segala akibat pasti ada sebabnya)
ü Ada gula ada semut (di mana ada kesenangan, di situ banyak orang datang)
ü Ada udang di balik batu (ada maksud tertentu yang tersembunyi).
ü Abu saja tak hinggap (kiasan kepada sesuatu yang sangat licin dan mengkilap)
ü Ada air ada ikan: (di mana kita tinggal, pasti akan ada rezeki)
ü Ada adat dan lembaganya, ada undang dan laksananya (suatu hal yang baik itu
pasti memiliki aturan, pedoman, serta pelaksanaan yang jelas dan teratur)
ü Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang (seseorang yang
bersikap manis atau menunjukkan kebaikan saat berhadapan langsung dengan orang
lain, namun berkata atau berbuat lain yang tidak baik saat orang tersebut tidak
ada di belakangnya)
ü Ada angin ada pohonnya (segala hal ada asal-usulnya)
ü Ada bukit di balik pendakian (setelah menyelesaikan satu masalah, akan
muncul masalah baru yang lebih besar atau tantangan lain yang perlu diatasi)
ü Ada harga ada rupa (harga
suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut)
ü Adat muda menanggung
rindu, adat tua menahan ragam (orang muda harus bersabar, dalam meraih
cita-cita)
ü
Air
beriak tanda tak dalam (orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya)
ü Air diminum rasa duri,
nasi dimakan rasa sekam (tidak enak makan dan minum, biasanya karena terlalu
bersedih/duka)
ü Air susu dibalas dengan
air tuba (perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat)
ü Air tenang
menghanyutkan (orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan
ilmu pengetahuan dalam pikirannya)
ü Angin tak dapat
ditangkap, asap tak dapat digenggam (rahasia itu tidak selamanya dapat
disembunyikan, suatu waktu akan terbuka pula)
ü Ada ubi ada talas, ada
budi ada balas (berbuat baik dibalas baik, berbuat jahat dibalas jahat)
ü Air di atas daun talas (memberi
nasihat dan ajaran yang sia-sia)
ü Air beriak tanda tak dalam (banyak berbicara tanda tidak berilmu)
ü Air tenang menghanyutkan (orang pendiam biasanya berilmu)
ü Anak ayam kehilangan induk (ribut dan bercerai-berai karena kehilangan
tumpuan)
ü Air pun ada pasang surutnya (nasib manusia tidak dapat ditebak)