Pengalaman Mahasiswa Berprestasi Heri Dwi Agustin
Heri
Dwi Agustin merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya angkatan 2023.
Dia bergelut di dunia sastra dan ilmiah, dan telah aktif berkompetisi sejak
duduk di bangku SMA. Saat itu, dia bersyukur bisa meraih penghargaan sebagai Juara
1 Siswa Berprestasi Jurusan IPS di SMA Negeri 1 Badegan, Ponorogo. Sebuah awal
kecil yang menguatkan langkahnya hingga ke dunia kampus. Di Universitas Negeri
Surabaya, dia melanjutkan semangat itu dengan mengikuti berbagai kompetisi. Beberapa prestasi yang menjadi tonggak penting dalam
perjalanannya antara lain adalah:
Medali Perak cipta cerpen oleh Olimpiade Update Festival
Season 9, merupakan event tahunan yang tidak hanya berfokus di bidang sastra
tetapi juga ilmiah seperti esai, KTI, bisnis plan, dan poster yang telah dia
ikuti sejak di bangku SMA. Ini adalah prestasi pertamanya sebagai seorang
mahasiswa. Pada saat itu, dia baru saja ditetapkan sebagai mahasiswa baru di Unesa
dan pembelajaran di kampus belum berlangsung, tepatnya pada tanggal 23 Mei
2023. Karena statusnya sudah bertransformasi jadi tetap mendaftar pada kategori
mahasiswa, meskipun masih terikat dengan sekolah asal. Dengan mengusung tema “Venture
Through the Majestic World of Wisdom” (menjelajah dunia kebijaksanaan yang
agung) yang berfokus pada keberagaman dalam beragama. Masih di bidang sastra,
dilanjut dengan penghargaan sebagai Karya Terbaik Cipta Cerpen oleh Lembaga
Pers Mahasiswa (PERSMA CANOPY) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan
mengusung tema “Transformasi Pertanian Menuju Masa Depan” 2023, dan Juara 3
Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya
dengan tema “Menghidupkan Literasi dan Inovasi di Era Transformasi Digital”
yang mengangkat isu terkait SDGs poin 4 pendidikan berkualitas, poin 9
industri, inovasi dan infrastruktur, SDGs 10 mengurangi ketimpangan, dan SDGs
17 kemitraan untuk mencapai tujuan di tahun 2025 ini. Tidak hanya itu, dia juga
terlibat dalam kolaborasi bersama rekan lintas jurusan dalam perlombaan bisnis
plan seperti Juara 2 Businnes Plan Competition di Universitas Islam Malang
dengan tema “Gen Z Prompt: Innovating for Sosial Impact and Sustainability”,
Juara 2 Businnes Model Canvas oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis dengan tema
“Membangun Kreativitas dan Inovasi Generasi Muda untuk Keberlanjutan Bisnis
Pada Era 5.0 dengan Pemanfaatan Teknologi Digital Berbasis Ekonomi Islam” yang
menggagas isu terkait pengolahan limbah sampah plastik menjadi barang layak
pakai dengan nilai jual yang tinggi dan beberapa kejuaraan di bidang serupa
lainnya yang tersebar di berbagai perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan.
Puncaknya, ketika dia mempunyai bekal yang dirasa cukup untuk maju mengikuti
seleksi pilmapres dan dia dipercaya untuk menjadi juara 1 yang secara langsung
akan mewakili fakultas menuju pilmapres universitas. Rasa bangga dan haru
saling beradu, ternyata perjalanannya tidak berhenti di situ. Hingga saat ini, dia
telah mengoleksi lebih dari 39 prestasi di bidang sastra dan ilmiah. Di balik
semua capaian itu, dia memegang satu motivasi utama yakni ingin menjadi
perempuan yang berdaya, berkarya, dan berdampak. Dia percaya bahwa setiap
tantangan adalah jembatan menuju kedewasaan dan ketangguhan diri.
Namun, jalan yang dia tempuh tentu tidak selalu mulus.
Tantangan terbesar justru datang dari diri sendiri, dari rasa gagal, lelah,
hingga keraguan. Terlebih saat perkuliahan, dia harus membagi waktu antara
tugas kuliah yang padat dengan ritme kompetisi yang ketat. Tetapi dia belajar
bahwa dia tidak harus selalu menang, yang terpenting adalah tidak berhenti
mencoba.
Dia tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi kelas menengah
ke bawah sehingga kendala finansial sering kali menjadi batu sandungan. Namun justru
dari situlah dia menyadari bahwa pendidikan dan karier adalah dua hal yang bisa
menjadi jalan keluar. Dia percaya bahwa hidup ini misterius, hari ini mungkin kita
masih baik-baik saja, tapi siapa tahu esok akan seperti apa. Maka, dia harus
berusaha dengan sungguh-sungguh. Jika bukan dia yang memperjuangkan mimpinya, lalu
siapa lagi?
Untuk teman-teman mahasiswa di luar sana, dia berpesan, ”Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Dunia ini luas, dan masa muda
adalah waktu terbaik untuk menjelajahinya. Habiskanlah energi dan waktumu untuk terus bertumbuh,
belajar, dan meningkatkan diri. Mari sama-sama jadi pribadi yang tidak hanya
cerdas, tapi juga berdampak.“