UJIAN AKHIR SEMESTER MATA KULIAH PJOK: PERTANDINGAN SLAG BALL MAHASISWA PBSI ANGKATAN 2025
Ujian
Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJOK)
Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Angkatan 2025
dilaksanakan melalui turnamen Slag ball yang digelar pada Lapangan FIKK
dan halaman Gedung Rektorat, Universitas Negeri Surabaya pada tanggal 23 Mei
2026. Turnamen ini diselenggarakan
sebagai bagian dari evaluasi akhir semester sekaligus bentuk implementasi
kompetensi mahasiswa dalam mata kuliah PJOK yang diampu oleh Suryanto Agung Prabowo
dan Andhega Wijaya.
Slag
ball atau yang
lebih dikenal dengan bola bakar merupakan permainan beregu yang menggabungkan
unsur kecepatan, ketepatan, dan strategi. Permainan ini menuntut setiap pemain
menguasai teknik memukul bola, berlari menuju base, serta menangkap dan
melempar bola dengan akurat. Dalam menjalankan permainan ini tidak hanya diukur
dari kemampuan fisik semata, melainkan juga pemahaman taktik, kerja sama tim,
dan penerapan sportivitas di lapangan. Pada kesempatan ini, seluruh mahasiswa
diuji melalui pertandingan langsung yang menuntut mereka untuk mengaplikasikan seluruh
teori dan praktik yang telah dipelajari selama satu semester menempuh studi.
Suryanto Agung Prabowo,
dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJOK)
menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar untuk pemenuhan tugas akhir saja,
namun harapannya juga mampu memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh
kepada mahasiswa. Mereka tidak hanya sekadar memahami teori permainan di dalam
ruang kelas, tetapi juga merasakan langsung dinamika pertandingan, mulai dari
penyusunan strategi, koordinasi antarpemain, pengambilan keputusan di lapangan,
hingga evaluasi permainan.
Turnamen
Slag ball ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa PBSI, namun juga
diikuti oleh mahasiswa dari program studi lain yang mengampu mata kuliah PJOK. Masing-masing
tim dari berbagai kelas telah bertanding dengan menunjukkan kemampuan terbaik
mereka. Semangat kompetitif dan kolaboratif terlihat jelas sepanjang turnamen,
terutama dalam variasi strategi yang diterapkan, mulai dari pola serangan
cepat, pertahanan rapat, hingga taktik mengeliminasi lawan melalui permainan base.
Dengan demikian, turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PBSI mampu
mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan keterampilan praktis secara
profesional dan bertanggung jawab.