MUSIKALISASI PUISI SEBAGAI WUJUD APRESIASI SASTRA MAHASISWA ANGKATAN 2025 PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Pada
hari Selasa, 19 Mei 2026 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
sukses menggelar kegiatan Musikalisasi Puisi oleh seluruh mahasiswa PBSI
Angkatan 2025 di Auditorium T2, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Surabaya. Musikalisasi Puisi ini digelar sebagai sarana pemenuhan nilai akhir
dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Apresiasi Puisi yang diampu oleh Titik
Indarti., Rahmi Rahmayati, dan Yoga Rifqi Azizan.
Dalam
KBBI, Apresiasi berarti memberikan penghargaan terhadap sesuatu hal yang
berharga, sedangkan Puisi berarti ragam sastra yang bahasanya dibatasi oleh
irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Dengan demikian dapat dimaknai
sebagai kegiatan untuk menghayati keindahan bunyi, irama, dan citraan dalam
sebuah sajak dan pada kesempatan kali ini diwujudkan dalam bentuk performansi,
yaitu menampilkan puisi melalui pembacaan artistik yang diiringi instrumen dan biasa
disebut Musikalisasi Puisi.
Kegiatan
yang mengangkat tema "Harmoni dalam Diksi, Menggema dalam Puisi, Hidup
dalam Melodi" ini secara resmi dibuka pada pukul 08.30 WIB. Ruang
Auditorium tampak dipenuhi oleh mahasiswa yang hadir dengan penampilan terbaik
mereka. Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Alfarel Bintang
Putrananda selaku ketua pelaksana, kemudian dilanjutkan oleh Anas Ahmadi, selaku
Wakil Dekan Bidang 1 FBS, Unesa, dan Resdianto Permata Raharjo, selaku Koorprodi
S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus membuka kegiatan Musikalisasi
Puisi secara simbolis.
Titik
Indarti, dosen pengampu mata kuliah Apresiasi Puisi, menjelaskan bahwa kegiatan
ini memiliki dua sasaran utama. Sasaran pertama adalah sebagai pemenuhan tugas
akhir yang penilaiannya tidak semata-mata bergantung pada UAS, melainkan
mencakup partisipasi, tugas, UTS, dan UAS secara terpadu. Sasaran kedua adalah
untuk menghadirkan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa, yang
tidak berhenti pada pembacaan puisi, tetapi meliputi tahapan interpretasi,
produksi, performansi, dan publikasi.
Sebanyak
tujuh kelas telah berpartisipasi dengan menyajikan penampilan terbaik mereka.
Semangat kreatif dan inovatif tampak jelas sepanjang acara, terutama dalam
eksplorasi bentuk Musikalisasi Puisi yang dikolaborasikan dengan iringan lagu,
koreografi tari, dan adegan drama. Inovasi ini tentunya tidak hanya memperkaya
sajian artistik, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menanamkan
nilai-nilai sastra kepada khalayak, sekaligus membuktikan kompetensi mahasiswa
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam mengapresiasi karya
sastra secara produktif.