Grand Final Pemilihan Putra Putri PBSI 2025: Menjadi Wajah Inspiratif PBSI
Rangkaian karantina finalis Putra Putri
PBSI 2025 resmi dimulai sejak tanggal 10-11 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi awal
perjalanan bagi para finalis untuk mempersiapkan diri menuju grand final.
Sebanyak sepuluh finalis yang terdiri dari lima putra dan lima putri mengikuti
berbagai sesi acara karantina yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang
cerdas, berkarakter, inovatif, dan siap menjadi representasi yang baik bagi
mahasiswa PBSI.
Hari pertama karantina, para finalis
mengikuti beberapa rangkaian kegiatan yang diawali dengan pemotretan dan pembelajaran
keterampilan berbicara dan citra diri, kemudian dilanjutkan dengan wawasan
kedutaan hingga sesi pelatihan koreografi yang akan menjadi bagian acara puncak
di grand final nanti. Rangkaian kegiatan karantina hari pertama, menjadi
bekal untuk para finalis dalam mempersiapkan diri menjadi pribadi yang
berkompeten, berwawasan luas, dan berintegrasi tinggi.
Hari kedua karantina, para finalis
Putra Putri PBSI angkatan 2025 masih memiliki antusiasme dan semangat yang
tinggi, dalam mengikuti dan menjalankan segala rangkaian kegiatan di hari
kedua. Kegiatan dimulai dengan kelas kecantikan—tujuannya untuk meningkatkan
kepercayaan diri para finalis. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan latihan
postur untuk jalur peragaan busana hingga koreografi. Secara keseluruhan
karantina hari kedua berfokus pada pembentukan kepercayaan diri, keterampilan
panggung, serta peningkatan perfoma visual para finalis.
Pada Minggu, 18 Mei 2025 tiba saat penentuan
grand final Putra Putri PBSI 2025. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB, tepatnya
di Joglo Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. Pembukaan acara
diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, ketua HMP, pembina HMP, dan
Koorprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dengan jargon “Menjadi
inpirasi, berbudaya literasi” menggambarkan sosok yang akan menjadi sebuah
pilar inspirasi, sekaligus menjadi pelopor utama untuk mengembangkan budaya
literasi.
Pada acara selanjutnya, para finalis
menampilkan koreografi yang sudah mereka latih pada karantina 1 dan 2. Dengan penuh
semangat dan rasa percaya diri, mereka menjadikan pembukaan grand final menjadi
sangat meriah. Acara selanjutnya penampilan dari masing-masing finalis, saatnya
unjuk gigi berbagai bakat yang mereka miliki. Mulai dari baca puisi, menyanyi,
mendongeng sampai musikalisasi puisi. Penampilan yang meriah tersebut membuat
acara grand final Putra Putri PBSI 2025 menjadi lebih semarak, kemudian
dilanjut dengan jalur peragaan busana masing-masing finalis berjalan dengan
penuh semangat, dan memperkenalkan dirinya dengan tegas dan penuh percaya diri.
Kepercayaan diri dan semangat dari para finalis menjadi salah satu poin plus
dalam penilaian dewan juri. Merekalah yang akan menjadi sosok inspirasi prodi.
Selanjutnya masing-masing finalis memberi tanggapan yang dikemas dalam bentuk
pidato terkait peran digital dalam mengembangkan sebuah karya sastra dan
menunjukkan eksistensi sastra. Untuk menentukan pemenang tiga besar para
finalis melaksanakan sesi tanya jawab dengan pertanyaan yang diberikan oleh
dewan juri. Dalam sesi ini mereka berhasil menjawab pertanyaan dengan cermat dan
tepat. Mahasiswa angkatan 2023 juga ikut andil meramaikan acara dengan pertunjukkan
berupa tarian dan musikalisasi puisi. Adanya penampilan tambahan ini menjadikan
suasana lebih meriah sekaligus hiburan bagi para penonton.
Setelah para finalis melalui
berbagai tahap penilaian, akhirnya diumumkan pemenang Grand Final Putra
Putri PBSI 2025. Gelar Putra diraih oleh Mohammad David Agung Mustofa dan gelar
Putri PBSI diberikan kepada Enggar Galuh Sri Valentin. Dengan terpilihnya Putra
Putri PBSI 2025, diharapkan keduanya dapat menjadi teladan serta duta
inspiratif bagi mahasiswa PBSI lainnya dalam membawa nama baik program studi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Semoga gelar yang diraih menjadi awal
dari kontribusi nyata mereka dalam memajukan PBSI menjadi lebih baik.