Dosen PBSI Unesa Dampingi Kader Posyandu Desa Bakungan Tingkatkan Kemampuan Public Speaking
Banyuwangi — Tim dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan public speaking bagi kader posyandu di Desa Bakungan, Banyuwangi, pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Omah Rindu, Bakungan, tersebut diikuti secara antusias oleh 20 kader posyandu dari 10 posyandu di wilayah Desa Bakungan.
Para peserta merupakan sosok penggerak kesehatan ibu dan anak yang telah berpengalaman menjadi kader posyandu selama 2 hingga 24 tahun. Mereka berasal dari berbagai posyandu, di antaranya Posyandu Cerdas, Posyandu Sehat, Posyandu Ananda, Posyandu Krajan, Posyandu Karangasem, Posyandu Watu Ulo, Posyandu Gaplek, dan Posyandu Stasiun.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai materi penting terkait keterampilan berbicara di depan umum. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar public speaking, strategi sukses berbicara di depan umum, hingga cara meningkatkan rasa percaya diri saat memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat desa. Tidak hanya teori, peserta juga diajak mengikuti aktivitas praktik bermain peran dalam simulasi penyuluhan kesehatan sehingga suasana pelatihan berlangsung interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen PBSI Unesa yang terdiri atas Mukhzamilah, Prima Vidya Asteria, Fafi Inayatillah, dan Abdul Kholik.
Sebagai ketua tim, Mukhzamilah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan memberikan pembekalan kepada kader posyandu agar mampu meningkatkan keterampilan komunikasi efektif saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Fafi Inayatillah memberikan pengantar materi dengan pendalaman terkait berbagai permasalahan yang dihadapi masing-masing kader saat melakukan penyuluhan di lapangan. Sementara itu, Prima Vidya Asteria memandu jalannya praktik berbicara di depan publik melalui metode bermain peran yang menarik dan interaktif sehingga peserta tampak aktif dan antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Widiyastuti, mengaku senang dapat memperoleh pengetahuan baru untuk meningkatkan rasa percaya diri saat berhadapan dengan masyarakat.
“Kami senang sekali karena bisa menambah ilmu cara meningkatkan rasa percaya diri ketika menghadapi para ibu-ibu,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Endang, kader Posyandu Karangasem yang telah menjadi kader selama 10 tahun. Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut, terutama dalam memahami strategi mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum.
Melalui kegiatan pendampingan ini, tim dosen PBSI Unesa berharap para kader posyandu mampu menjadi komunikator kesehatan yang lebih percaya diri, komunikatif, dan efektif dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak di lingkungan Desa Bakungan, Banyuwangi.